Bocah Berumur 12 Tahun Berasal Dari Australia Bolos Sekolah Dan Pergi Ke Bali Sendirian

bocah-kabur_20180423_133723.jpg

Beberapa orang memuji kepandaian dan keberanian anak 12 tahun tersebut.

Namun banyak pula yang menyebut aksinya itu kurang ajar dan tak pantas ditiru.

Drew namanya, dia adalah bocah Sydney yang nekat terbang ke Bali karena keluarganya batal liburan.

Singkat cerita, ketika sang ibu, bernama Emma, mengatakan kepada anak lelakinya yang berusia 12 tahun bahwa mereka tak jadi ke Bali, bocah itu keras kepala tak mau mendengarkan alasan ibunya.

Setelah berdebat dengan ibunya, bocah “sebutlah bernama Drew” nekat ‘meminjam’ kartu kredit keluarga dan kabur ke Bali.

Setelah berhasil mengambil kartu kredit, Drew merayu neneknya untuk memberikan paspornya.

Drew akhirnya mulai mencari penerbangan ke Denpasar, Bali. Hasil ‘pencariannya’ dia menemukan bahwa hanya satu maskapai yang membolehkan anak-anak berusia 12 tahun ke atas bepergian sendiri tanpa izin tertulis dari orangtua.

Lalu, satu hari, Drew menyiapkan tas punggungnya dengan baju cukup untuk liburan empat hari di Bali. Dia pun pamit ke orangtuanya ke sekolah seperti biasa.

Alih-alih mengendarai skuternya ke halte bus ke sekolah, Drew naik kereta api ke bandara dan berhasil masuk pesawat. Semuanya lancar tanpa masalah.

Di bandara Sydney, Drew menggunakan layanan mandiri check-in. Itu berarti dia tidak harus berurusan dengan personel maskapai penerbangan sampai mereka memberikan tiket ke Drew.

Setelah persinggahan singkat di Perth, Drew bocah 12 tahun mendarat di Bali.

Ketika Emma diberitahu bahwa anak lelakinya yang berumur 12 tahun tidak pernah muncul di sekolah, dia melaporkan ke polisi bahwa anaknya hilang.

Akhirnya, keluarga menemukan anak laki-laki badung mereka di Bali dan Emma harus terbang ke Pulau Dewata untuk menjemputnya.

Terlepas dari kekhawatiran Emma, Drew telah memikirkan segalanya. Dia memesan sendiri kamar di Hotel All Seasons dan menggunakan layanan GoJek untuk menjemputnya di bandara dan jalan-jalan di Bali.

Dia mengatakan kepada resepsionis hotel bahwa dia menunggu saudara perempuannya, hanya saja dia tiba lebih awal.

Kemudahan yang didapat Drew dari rumahnya di New South Wales sampai ke sebuah hotel di Bali telah membuat Emma kaget dan bertanya-tanya bagaimana semua itu bisa terjadi. Drew bahkan tidak punya masalah ketika dia mendarat untuk transit di Perth.

“Mereka hanya meminta kartu pelajar dan paspor saya untuk membuktikan bahwa saya berusia di atas 12 tahun dan bahwa saya di sekolah menengah,” kata Drew.

Kaburnya Drew dan mudahnya dia keluar dari Australia menuju Bali membuat Emma hancur secara emosi.

“Tidak ada kata yang tepat menggambarkan suasana hati saya ketika kami mengetahui bahwa dia telah pergi ke luar negeri, kata Emma menceritakan kepada acara A Current Affair.

Sang ibu mengakui anaknya yang berusia 12 tahun “tidak suka dengan kata ‘tidak'”.

“Dan itulah yang saya dapat ketika saya bilang ‘tidak’ kepadanya, anak saya tahu-tahu sudah ada di Indonesia, katanya.

Meskipun Emma marah luar biasa, Drew tidak keberatan dengan apa yang terjadi dengannya.

“Sungguh hebat karena saya ingin melakukan petualangan,” kata bocah Sydney Petualangan Gojek itu soal kabur ke Bali sendirian .

Gimana sob menurut kalian ? ceritakan kebadungan kalian waktu masa sekolah di kolom komentar .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s